Selasa, 20 April 2010
Jumat, 05 Februari 2010
artik3l
ZERO
Karangan Putu Wijaya
SINOPSIS:
Perang yang dikutuk hanya membawa kesengsaraan bagi yang kalah mau pun yang menang, masih terus saja berlangsung di mana-mana dengan berbagai alasan. Manusia membenci perang dan memimpikan perdamaian. Namun jalan yang ditempuh untuk mencapai perdamaian satu sama lain berbeda bahkan bertentangan. Dengan dalih menciptakan perdamaian, manusia pun akhirnya berkelahi untuk memenangkan upaya perdamaian yang dianggapnya paling benar dan adil.
ARTIKEL
Suara deburan ombak kemudian berubah menjadi kekacauan di mana-mana. Dari layar lebar berwarna putih terlihat bayang-bayang itulah awal pertunjukkan zero.
Suara musik dan permainan cahaya dari lampu yang digotong-gotong serta pantulan slide membuat tontonan itu terlihat adegan perang dalam pertunjukan wayang kulit.
Zero yang merupakan pertunjukan visual yang tidak menggunakan bahasa verbal, melainkan menekankan pada permainan musik, gerak dan suasana. "Zero" mengandung gagasan, untuk mengakhiri peperangan caranya adalah dengan kembali ke wilayah nol.
Zero adalah sebuah esei visual yang mencoba mengajak setiap orang untuk kembali ke wilayah nol tanpa keinginan tertentu kecuali menghormati dan mencintai sesama dengan berpegangan dari hati ke hati untuk mengakhiri peperangan. Dalam drama zero kita sungguh sulit menemukan alur dan sulit mengerti maksud dari adegan-adegan yang ada dalam drama itu, apa sang pengarang sengaja melakukan pembelokan-pembelokan agar sulit dimengerti. Drama yang memiliki cerita yang jalinan ceritanya tidak lurus, tapi patah-patah., misalnya pada saat adegan seorang perempuan yang sedang menari, ditarik masuk ke dalam layar, semua pemain bergumul didalam layar, kemudian tiba-tiba perempuan mengeluarkan kepalanya dan tubuhnya seperti raksasa, dia menjerit-jerit, merintih kesakitan, seperti meminta pertolongan.
Pertunjukannya selalu mengunakan layar, gerak, eksplorasi tubuh dan sangat minim sekali dialog yang keluar dari pemain, kalau pun ada hanya bahasa-bahasa simbol yang ingin menyatakan sesuatu. dan para pemainnya hanya mengeluarkan suara yang mengeram seperti binatang. Selain itu, dari pertunjukan Zero, ada beberapa adegan yang pemainnya menggunakan topeng, ada juga pada saat topeng itu di simbolkan sebagai wajah yang diapit oleh layar atau kain menjadi seperti roh atau arwah penasaran yang membuat bulu kuduk merinding, sepertinya dari pertunjukan itu arwah itu ingin mencari tempat atau keberadaannya, arwah itu seperti ingin membalas dendam.
Lebih-lebih pada saat perempuan yang menari dan dibelakangnya diikuti oleh dua orang yang dibalut dengan kain dan menggunakan topeng, hal itu seperti menunjukan sesuatu, seperti suatu upacara ritual pemanggilan roh. Dari adegan-adegan yang diperankan dalam drama zero ini kita akan sulit mengerti bukan hanya dari cerita tetapi cerita itu seperti pada saat kita mimpi Mimpi umumnya tidak bisa diartikan. Kalau ingin diartikan boleh saja. Karena meloncat-loncat, mimpi lebih kaya bila dinikmati dengan rasa.seperti itulah drama zero ini.
Tidak ada cerita. Yang ada hanya kesan-kesan seperti kalau kita mimpi. Dengan teater ini mungkin pengarang ingin mengajak penonton untuk mengembara ke dalam imajinasi dan melakukan penafsiran-penafsiran. Itu akan membawa kita ke dalam diri kita sendiri. Jadi teater sebenarnya adalah sebuah pertualangan untuk mengenal lebih mendalam diri sendiri.
Dalam pertunjukan Zero lebih banyak bergumul di kain, para pemain lebih banyak mengeksplor gerak-gerak tubuh mereka, Kalau diperhatikan secara sepintas pertunjukan Zero misalnya tetap menggunakan layar besar, musik keras, efek-efek pencahayaan yang mendukung situasi pengadeganan dan untuk membangun emosi, ada juga adegan perempuan yang diperkosa, dan disiksa.
Kamis, 07 Januari 2010
proposal PKM-K
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
A. Judul Program
Usaha Donat Kentang Kaya Vitamin
B. Latar Belakang Masalah
Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan salah satu komoditas sayuran penting di Indonesia. Produksi kentang telah berkembang dengan pesat selama dekade terakhir, tanaman kentang dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang berada 1200 meter di atas permukaan laut. Tingkat produktivitas kentang baru 13,65 ton/ha masih jauh dibawah produktivitas nasional (16,09 ton/ha), tingkat produktivitas di sentra produksi di pulau Jawa sebesar 17,81 ton/ha ataupun rekomendasi teknologi yang bisa diatas 30 ton/ha. Dengan demikian dalam penerapan budidaya di daerah ini masih belum begitu baik, sementara potensi pegembangan produksi melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal masi sangat memungkinkan di daerah ini.
Produksi tanaman kentang telah banyak ditemui terbukti, para petani dapat memproduksi sekitar 30 ton kentang sayur dan varitas kentang kripik dalam satu musim panen dan hasilnya juga sudah banyak diekspor ke Singapura dan Malaysia selain memenuhi kebutuhan lokal dari propinsi tetangganya.
Kentang merupakan salah satu jenis tanaman umbi yang dapat memproduksi makanan bergizi lebih banyak dan lebih cepat, namun membutuhkan hamparan lahan lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman lainnya. Pada basis bobot segar, kentang memiliki kandungan protein tertinggi dibandingkan dengan ubi-ubian dan umbi-umbian lainnya. Kandungan protein tersebut berkualitas tinggi, dengan dicirikan oleh pola asam amino yang cocok dengan kebutuhan manusia. Sebutir kentang ukuran medium mengandung sekitar setengah vitamin C dan seperlima kalim dari rekomendasi serapan asupan harian. Hal ini menunjukkan bahwa kentang memiliki potensi dan prospek yang baik untuk mendukung program diversifikasi dalam pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Sebagai salah satu sumber utama karbohidrat. Namun,pada saat ini kentang yang kita kenal sebagai sayuran dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan kue yakni kue donat. Untuk membuat kue donat diperlukan pengolahan lain yang dapat meningkatkan daya simpan sekaligus nilai jual produk olahan. Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, kentang, gula halus, mentega, telur, susu bubuk/ susu cair, fernipan dan garam secukupnya
Kentang sangat digemari hampir semua orang. Bahkan di beberapa daerah, ada yang menjadikannya makanan dan sebagai sumber karbohidrat yang penting, di Indonesia, kentang masih dianggap sebagai sayuran yang mewah. Selain itu, nilai protein per 100 gr kentang adalah 2 gr, sedangkan nasi per 100 gr adalah 3.75 gr sehingga untuk menggantikan 100 gr nasi diperlukan 200 gr kentang. Selain itu, kalori 100 gr nasi sama dengan 200 gr kentang. Selain sebagai sumber energi, kandungan mineral kalsium dan fosfor pada kentang cukup tinggi sehingga bermanfaat memelihara kesehatan tulang.
Kandungan mineral natrium dengan kadar alkalin yang cukup tinggi dapat meningkatkan pH yang terlalu asam pada tubuh, sehingga dapat memelihara hati, mempertinggi elastisitas jaringan dan lenturnya otot-otot tubuh. Manfaat kentang lainnya yaitu untuk menetralisir asam urat dalam darah, mengobati penyakit ginjal, jantung dan dapat mengurangi lendir pada tenggorokan dan hidung.
C. Perumusan Masalah
Usaha penganekaragaman pangan merupakan suatu keharusan untuk memvariasikan kentang yang pada saat ini lebih banyak digunakan sebagai sayur, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Kentang adalah salah satu tanaman yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Kentang dapat diproduksi menjadi makanan yang bervariasi dan lebih mudah dikonsumsi dengan cara diolah menjadi donat , tanpa mengurangi kandungan gizi yang dikandungnya. Selain diubah terlebih dahulu menjadi donat, kentang juga dapat terlebih dahulu direbus atau ditumbuk untuk diolah selanjutnya menjadi sebuah produk. Kentang sendiri selama ini telah diusahakan menjadi beberapa produk olahan. Seperti keripik, dan bahan lauk makan.
Dalam membuat sebuah turunan produk, perlu dipikirkan sebuah produk yang disukai banyak orang dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Donat merupakan produk yang tepat untuk dijadikan produk yang berbahan dasar kentang. Donat yang dapat dinikmati berbagai kalangan tanpa memandang usia, gender dengan mempertahankan kentang sebagai bahan pangan .Oleh karena itu, bagaimana membuat donat dengan menggunakan bahan dasar yang berasal dari kentang menjadi perumusan masalah dalam program ini. Berikut ini merupakan gambaran mengenai diversivikasi produk olahan kentang : keripik dan donat
D. Tujuan Program
Tujuan dari program kewirusahaan ini adalah: Mendayagunakan potensi terpendam dari kentang (Solanum tuberosum L.) untuk mengolahnya menjadi sebuah produk yang disukai banyak orang yaitu donat. Selain itu, program ini juga bertujuan agar dapat menumbuhkan minat berwirausaha para mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya.
E. Luaran Yang Diharapkan
Dari kegiatan kewirausahaan ini luaran yang diharapkan, yaitu :
• Adanya peningkatan nilai guna dari kentang.
• Menambah keanekaragaman produk turunan dari kentang.
• Membuka lapangan usaha baru yang menjanjikan.
• Menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar.
• Peningkatan nilai ekonomis dari kentang.
F. Kegunaan Program
Memberikan peluang baru dalam berusaha dan bercocok tanam kepada petani kentang.
· Adanya pertumbuhan jiwa mahasiswa pengelola menjadi kreatif, inovatif dan mandiri.
· Memberikan alternatif pilihan pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan kepada pemerintah
G. Tinjauan Pustaka
Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman semusim yang berbentuk semak, termasuk Divisi Spermatophyta, Subdivisi Angiospermae, Kelas Dicotyledonae, Ordo Tubiflorae, Famili Solanaceae, Genus Solanum, dan Spesies Solanum tuberosum L. (Beukema, 1977). Tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan (Peru, Chili, Bolivia, dan Argentina) serta beberapa daerah Amerika Tengah. Di Eropa daratan tanaman itu diperkirakan pertama kali diintroduksi dari Peru dan Colombia melalui Spanyol padatahun 1570 dan di Inggris pada tahun 1590 (Hawkes, 1990). Penyebaran kentang ke Asia (India, Cina, dan Jepang), sebagian ke Afrika, dan kepulauan Hindia Barat dilakukan oleh orang-orang Inggris pada akhir abad ke-17 dan di daerah-daerah tersebut kentang ditanam secara luas pada pertengahan abad ke-18 (Hawkes, 1992). Menurut Permadi (1989), saat masuknya tanaman kentang di Indonesia tidak diketahui dengan pasti, tetapi pada tahun 1794 tanaman kentang ditemukan telah ditanam di sekitar Cisarua (Kabupaten Bandung) dan pada tahun 1811 tanaman kentang telah tersebar luas di Indonesia, terutama di daerah-daerah pegunungan di Aceh, Tanah Karo, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Minahasa, Bali, dan Flores. Di Jawa daerah-daerah pertanaman kentang berpusat di Pangalengan, Lembang, dan Pacet (Jawa Barat), Wonosobo dan Tawangmangu (Jawa Tengah), serta Batu dan Tengger (Jawa Timur).
Kentang termasuk tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropika dan subtropika (Ewing dan Keller, 1982), dapat tumbuh pada ketinggian 500 sampai 3000 m di atas permukaan laut, dan yang terbaik pada ketinggian 1300 m di atas permukaan laut. Tanaman kentang dapat tumbuh baik pada tanah yang subur, mempunyai drainase yang baik, tanah liat yang gembur, debu atau debu berpasir. Tanaman kentang toleran terhadap pH pada selang yang cukup luas, yaitu 4,5 sampai 8,0, tetapi untuk pertumbuhan yang baik dan ketersediaan unsur hara, pH yang baik adalah 5,0 sampai 6,5. Menurut Asandhi dan Gunadi (1989), tanaman kentang yang ditanam pada pH kurang dari 5,0 akan menghasilkan umbi yang bermutu jelek. Di daerah-daerah yang akan ditanam kentang yang menimbulkan masalah penyakit kudis, pH tanah diturunkan menjadi 5,0 sampai 5,2.
Pertumbuhan tanaman kentang sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca.
Pertumbuhan Tanaman Kentang
Menurut Beukema dan van der Zaag (1979), pertumbuhan tanaman kentang dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu (1) fase pertumbuhan tunas (preemergence-emergence), (2) fase pertumbuhan brangkasan (haulm growth), dan (3) fase pertumbuhan umbi (tuber growth).
Pada fase pertumbuhan tunas (preemergence), tunas dapat tumbuh, baik di dalam ruangan penyimpanan maupun di lapangan, dengan atau tanpa cahaya matahari. Moorby dan Milthorpe (1975) menyatakan bahwa setelah umbi
H. Gambaran Umum Rencana Usaha
- Lokasi Produksi
Sebagai tahap awal produksi Lampion cinta Kain Basurek Khas Bengkulu ini akan dilakukan di rumah yang berlokasi di Jln. WR. Supratman, Kandang Limun Kota Bengkulu. Jika dalam proses penjualannya mengalamai peningkatan permintaan, maka akan menggunakan toko khusus.
- Perencanaan Produksi
a. Persiapan alat dan bahan
Sebelum memulai produksi, langkah awal yang akan dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan produksi.
Alat
· Pisau
· Kuali
· Dandang
· Baskom
· Piring
· Sendok Penggoreng
I. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
Masyarakat sasaran dalam pembuatan produk ini adalah mayarakat Bengkulu yang mencakup masyarakat umum, mahasiswa maupun pelajar.
J. Metode Pelaksanaan
Program kegiatan ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap:
• Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan penyiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pengerjaan produk serta survey pada masyarakat sasaran
• Tahap Produksi
Setelah data dan informasi didapatkan, maka akan dimulai untuk melakukan proses produksi donat kentang.
• Tahap Pemasaran
Pada tahap pemasaran (marketing) ini meliputi promosi produk melalui personal selling dan kelompok.
K. Jadwal Kegiatan Program
Bulan ke-
1 2 3 4
No Kegiatan I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1 Pencarian data dan studi literatur
2 Persiapan
3 Produksi
4 Pemasaran
L. Rancangan Biaya
| No | Bahan | Uraian | Jumlah |
| | 10 Kg Kentang | x Rp 7.000,- | Rp 70.000,- |
| | 10 Kg Tepung Terigu | x Rp 8.000,- | Rp 80.000,- |
| | 5 Bungkus Fermipan | x Rp 4.000,- | Rp 20.000,- |
| | 10 Kg gula pasir halus | x Rp 10.000,- | Rp 100.000,- |
| | 30 btr telur | x Rp 1.000,- | Rp 30.000,- |
| | 5 ltr minyak tanah | x Rp 6.000,- | Rp 30.000,- |
| | 10 kg minyak manis | x Rp 10.000,- | Rp 100.000,- |
| | 10 bungkus Meyses | x Rp 14.000,- | Rp 140.000,- |
| | 1 Kg mentega | x Rp 8.000,- | Rp 8.000,- |
| | 5 kaleng susu | x Rp 9.000,- | Rp 40.000,- |
| | Sewa Rumah | | Rp 3.000.000 |
| Jumlah Rp 3.618.000 | |||
M. Daftar Pustaka
http://id.wilkipedia.tanamankentang diakses 10 Desember 2009
www.serba-serbimasakankentang.com
N. Daftar Biodata Ketua dan Anggota Kelompok, serta Dosen Pendamping
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap: Griftia Nawang Tias Titi
b. NPM : AIA108017
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
2. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Elva Meiza Sari
b. NPM: A1A108011
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
Nama Lengkap : Fina Hiasa
b. NPM: A1A108015
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
Nama Lengkap : Riky Marantika
b. NPM: A1A108033
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
Biodata Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Praningrum, SE., Msi.
b. NIP : 131875129
c. Alamat Rumah dan No Telp/HP : Jln. Fatmawati I No. 13 Simpang Lima/ 0811735179
O. LAMPIRAN
Bahan Dasar Kentang
Donat Kentang
.


