PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
A. Judul Program
Usaha Donat Kentang Kaya Vitamin
B. Latar Belakang Masalah
Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan salah satu komoditas sayuran penting di Indonesia. Produksi kentang telah berkembang dengan pesat selama dekade terakhir, tanaman kentang dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang berada 1200 meter di atas permukaan laut. Tingkat produktivitas kentang baru 13,65 ton/ha masih jauh dibawah produktivitas nasional (16,09 ton/ha), tingkat produktivitas di sentra produksi di pulau Jawa sebesar 17,81 ton/ha ataupun rekomendasi teknologi yang bisa diatas 30 ton/ha. Dengan demikian dalam penerapan budidaya di daerah ini masih belum begitu baik, sementara potensi pegembangan produksi melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal masi sangat memungkinkan di daerah ini.
Produksi tanaman kentang telah banyak ditemui terbukti, para petani dapat memproduksi sekitar 30 ton kentang sayur dan varitas kentang kripik dalam satu musim panen dan hasilnya juga sudah banyak diekspor ke Singapura dan Malaysia selain memenuhi kebutuhan lokal dari propinsi tetangganya.
Kentang merupakan salah satu jenis tanaman umbi yang dapat memproduksi makanan bergizi lebih banyak dan lebih cepat, namun membutuhkan hamparan lahan lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman lainnya. Pada basis bobot segar, kentang memiliki kandungan protein tertinggi dibandingkan dengan ubi-ubian dan umbi-umbian lainnya. Kandungan protein tersebut berkualitas tinggi, dengan dicirikan oleh pola asam amino yang cocok dengan kebutuhan manusia. Sebutir kentang ukuran medium mengandung sekitar setengah vitamin C dan seperlima kalim dari rekomendasi serapan asupan harian. Hal ini menunjukkan bahwa kentang memiliki potensi dan prospek yang baik untuk mendukung program diversifikasi dalam pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Sebagai salah satu sumber utama karbohidrat. Namun,pada saat ini kentang yang kita kenal sebagai sayuran dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan kue yakni kue donat. Untuk membuat kue donat diperlukan pengolahan lain yang dapat meningkatkan daya simpan sekaligus nilai jual produk olahan. Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, kentang, gula halus, mentega, telur, susu bubuk/ susu cair, fernipan dan garam secukupnya
Kentang sangat digemari hampir semua orang. Bahkan di beberapa daerah, ada yang menjadikannya makanan dan sebagai sumber karbohidrat yang penting, di Indonesia, kentang masih dianggap sebagai sayuran yang mewah. Selain itu, nilai protein per 100 gr kentang adalah 2 gr, sedangkan nasi per 100 gr adalah 3.75 gr sehingga untuk menggantikan 100 gr nasi diperlukan 200 gr kentang. Selain itu, kalori 100 gr nasi sama dengan 200 gr kentang. Selain sebagai sumber energi, kandungan mineral kalsium dan fosfor pada kentang cukup tinggi sehingga bermanfaat memelihara kesehatan tulang.
Kandungan mineral natrium dengan kadar alkalin yang cukup tinggi dapat meningkatkan pH yang terlalu asam pada tubuh, sehingga dapat memelihara hati, mempertinggi elastisitas jaringan dan lenturnya otot-otot tubuh. Manfaat kentang lainnya yaitu untuk menetralisir asam urat dalam darah, mengobati penyakit ginjal, jantung dan dapat mengurangi lendir pada tenggorokan dan hidung.
C. Perumusan Masalah
Usaha penganekaragaman pangan merupakan suatu keharusan untuk memvariasikan kentang yang pada saat ini lebih banyak digunakan sebagai sayur, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Kentang adalah salah satu tanaman yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Kentang dapat diproduksi menjadi makanan yang bervariasi dan lebih mudah dikonsumsi dengan cara diolah menjadi donat , tanpa mengurangi kandungan gizi yang dikandungnya. Selain diubah terlebih dahulu menjadi donat, kentang juga dapat terlebih dahulu direbus atau ditumbuk untuk diolah selanjutnya menjadi sebuah produk. Kentang sendiri selama ini telah diusahakan menjadi beberapa produk olahan. Seperti keripik, dan bahan lauk makan.
Dalam membuat sebuah turunan produk, perlu dipikirkan sebuah produk yang disukai banyak orang dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Donat merupakan produk yang tepat untuk dijadikan produk yang berbahan dasar kentang. Donat yang dapat dinikmati berbagai kalangan tanpa memandang usia, gender dengan mempertahankan kentang sebagai bahan pangan .Oleh karena itu, bagaimana membuat donat dengan menggunakan bahan dasar yang berasal dari kentang menjadi perumusan masalah dalam program ini. Berikut ini merupakan gambaran mengenai diversivikasi produk olahan kentang : keripik dan donat
D. Tujuan Program
Tujuan dari program kewirusahaan ini adalah: Mendayagunakan potensi terpendam dari kentang (Solanum tuberosum L.) untuk mengolahnya menjadi sebuah produk yang disukai banyak orang yaitu donat. Selain itu, program ini juga bertujuan agar dapat menumbuhkan minat berwirausaha para mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya.
E. Luaran Yang Diharapkan
Dari kegiatan kewirausahaan ini luaran yang diharapkan, yaitu :
• Adanya peningkatan nilai guna dari kentang.
• Menambah keanekaragaman produk turunan dari kentang.
• Membuka lapangan usaha baru yang menjanjikan.
• Menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar.
• Peningkatan nilai ekonomis dari kentang.
F. Kegunaan Program
Memberikan peluang baru dalam berusaha dan bercocok tanam kepada petani kentang.
· Adanya pertumbuhan jiwa mahasiswa pengelola menjadi kreatif, inovatif dan mandiri.
· Memberikan alternatif pilihan pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan kepada pemerintah
G. Tinjauan Pustaka
Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman semusim yang berbentuk semak, termasuk Divisi Spermatophyta, Subdivisi Angiospermae, Kelas Dicotyledonae, Ordo Tubiflorae, Famili Solanaceae, Genus Solanum, dan Spesies Solanum tuberosum L. (Beukema, 1977). Tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan (Peru, Chili, Bolivia, dan Argentina) serta beberapa daerah Amerika Tengah. Di Eropa daratan tanaman itu diperkirakan pertama kali diintroduksi dari Peru dan Colombia melalui Spanyol padatahun 1570 dan di Inggris pada tahun 1590 (Hawkes, 1990). Penyebaran kentang ke Asia (India, Cina, dan Jepang), sebagian ke Afrika, dan kepulauan Hindia Barat dilakukan oleh orang-orang Inggris pada akhir abad ke-17 dan di daerah-daerah tersebut kentang ditanam secara luas pada pertengahan abad ke-18 (Hawkes, 1992). Menurut Permadi (1989), saat masuknya tanaman kentang di Indonesia tidak diketahui dengan pasti, tetapi pada tahun 1794 tanaman kentang ditemukan telah ditanam di sekitar Cisarua (Kabupaten Bandung) dan pada tahun 1811 tanaman kentang telah tersebar luas di Indonesia, terutama di daerah-daerah pegunungan di Aceh, Tanah Karo, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Minahasa, Bali, dan Flores. Di Jawa daerah-daerah pertanaman kentang berpusat di Pangalengan, Lembang, dan Pacet (Jawa Barat), Wonosobo dan Tawangmangu (Jawa Tengah), serta Batu dan Tengger (Jawa Timur).
Kentang termasuk tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropika dan subtropika (Ewing dan Keller, 1982), dapat tumbuh pada ketinggian 500 sampai 3000 m di atas permukaan laut, dan yang terbaik pada ketinggian 1300 m di atas permukaan laut. Tanaman kentang dapat tumbuh baik pada tanah yang subur, mempunyai drainase yang baik, tanah liat yang gembur, debu atau debu berpasir. Tanaman kentang toleran terhadap pH pada selang yang cukup luas, yaitu 4,5 sampai 8,0, tetapi untuk pertumbuhan yang baik dan ketersediaan unsur hara, pH yang baik adalah 5,0 sampai 6,5. Menurut Asandhi dan Gunadi (1989), tanaman kentang yang ditanam pada pH kurang dari 5,0 akan menghasilkan umbi yang bermutu jelek. Di daerah-daerah yang akan ditanam kentang yang menimbulkan masalah penyakit kudis, pH tanah diturunkan menjadi 5,0 sampai 5,2.
Pertumbuhan tanaman kentang sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca.
Pertumbuhan Tanaman Kentang
Menurut Beukema dan van der Zaag (1979), pertumbuhan tanaman kentang dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu (1) fase pertumbuhan tunas (preemergence-emergence), (2) fase pertumbuhan brangkasan (haulm growth), dan (3) fase pertumbuhan umbi (tuber growth).
Pada fase pertumbuhan tunas (preemergence), tunas dapat tumbuh, baik di dalam ruangan penyimpanan maupun di lapangan, dengan atau tanpa cahaya matahari. Moorby dan Milthorpe (1975) menyatakan bahwa setelah umbi
H. Gambaran Umum Rencana Usaha
- Lokasi Produksi
Sebagai tahap awal produksi Lampion cinta Kain Basurek Khas Bengkulu ini akan dilakukan di rumah yang berlokasi di Jln. WR. Supratman, Kandang Limun Kota Bengkulu. Jika dalam proses penjualannya mengalamai peningkatan permintaan, maka akan menggunakan toko khusus.
- Perencanaan Produksi
a. Persiapan alat dan bahan
Sebelum memulai produksi, langkah awal yang akan dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan produksi.
Alat
· Pisau
· Kuali
· Dandang
· Baskom
· Piring
· Sendok Penggoreng
I. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
Masyarakat sasaran dalam pembuatan produk ini adalah mayarakat Bengkulu yang mencakup masyarakat umum, mahasiswa maupun pelajar.
J. Metode Pelaksanaan
Program kegiatan ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap:
• Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan penyiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pengerjaan produk serta survey pada masyarakat sasaran
• Tahap Produksi
Setelah data dan informasi didapatkan, maka akan dimulai untuk melakukan proses produksi donat kentang.
• Tahap Pemasaran
Pada tahap pemasaran (marketing) ini meliputi promosi produk melalui personal selling dan kelompok.
K. Jadwal Kegiatan Program
Bulan ke-
1 2 3 4
No Kegiatan I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1 Pencarian data dan studi literatur
2 Persiapan
3 Produksi
4 Pemasaran
L. Rancangan Biaya
| No | Bahan | Uraian | Jumlah |
| | 10 Kg Kentang | x Rp 7.000,- | Rp 70.000,- |
| | 10 Kg Tepung Terigu | x Rp 8.000,- | Rp 80.000,- |
| | 5 Bungkus Fermipan | x Rp 4.000,- | Rp 20.000,- |
| | 10 Kg gula pasir halus | x Rp 10.000,- | Rp 100.000,- |
| | 30 btr telur | x Rp 1.000,- | Rp 30.000,- |
| | 5 ltr minyak tanah | x Rp 6.000,- | Rp 30.000,- |
| | 10 kg minyak manis | x Rp 10.000,- | Rp 100.000,- |
| | 10 bungkus Meyses | x Rp 14.000,- | Rp 140.000,- |
| | 1 Kg mentega | x Rp 8.000,- | Rp 8.000,- |
| | 5 kaleng susu | x Rp 9.000,- | Rp 40.000,- |
| | Sewa Rumah | | Rp 3.000.000 |
| Jumlah Rp 3.618.000 | |||
M. Daftar Pustaka
http://id.wilkipedia.tanamankentang diakses 10 Desember 2009
www.serba-serbimasakankentang.com
N. Daftar Biodata Ketua dan Anggota Kelompok, serta Dosen Pendamping
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap: Griftia Nawang Tias Titi
b. NPM : AIA108017
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
2. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Elva Meiza Sari
b. NPM: A1A108011
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
Nama Lengkap : Fina Hiasa
b. NPM: A1A108015
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
Nama Lengkap : Riky Marantika
b. NPM: A1A108033
c. Fakultas/Program Studi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan seni
d. Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu
Biodata Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Praningrum, SE., Msi.
b. NIP : 131875129
c. Alamat Rumah dan No Telp/HP : Jln. Fatmawati I No. 13 Simpang Lima/ 0811735179
O. LAMPIRAN
Bahan Dasar Kentang
Donat Kentang
.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar